iklanblogger

Sabtu, 26 Februari 2011

obyek wisata baturaden purwokerto






purwokerto, walau kota kecil dan bukan industri, namun kota ini sangat subur dan berpenghasilan cukup, kota ini Selain memiliki bahasa yang khas, Purwokerto yang berjarak sekitar 200km sebelah barat Yogyakarta juga punya tempat wisata yang sangat anggun dan sejuk penuh sejarah. Yaitu kawasan wisata Batu Raden.





BATURADEN


sejak tahun 1928 tempat ini sudah dikenal banyak masyarakat Kebun Raya Baturaden terletak di Desa Kemutuk Lor, Kec. Baturaden, Kab. Banyumas dan berada + 14 Km dari Kota Purwokerto, + 1,5 km dari gerbang utama Wana Wisata Baturaden.

Kebun Raya Baturaden berada di kaki Gunung Slamet Petak 1 dan 3, RPH Baturaden, BKPH Gn. Slamet Barat KPH Banyumas Timur dibatasi sebelah utara Petak 4 dan 5 hutan produksi terbatas, sebalah barat petak 2 hutan produksi terbatas, sebelah selatan petak 1 lokawisata Baturaden dan bumi Perkemahaan, sebelah timur petak 6 hutan produksi terbatas. Topografi mulai landai sampai berbukit dengan kemiringan 20% s/d 70% dan ketinggian + 600-750 m dpl dengan jenis tanah umumnya jenis latosol berwarna merah kecoklatan.

Keadaan suhu Kebun Raya Baturaden berkisar antara 20-30 derajat Celcius dengan curah hujan sangat tinggi (5.000-6.174 mm/th)

Kebun Raya Baturaden kaya akan berbagai potensi flora sebagaimana fungsi Kebun Raya sebagai konservasi berbagai spesies tumbuhan. Jenis-jenis flora yang berada dalam kawasan Kebun Raya Baturaden yang telah diidentifikasi oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) adalah damar (Agathis borneensis), puspa (Schima wallichii), rasamala (Altingia excelsa), mahoni (Switenia macrophylla), kaliandra (Callyandra sp), paku-pakuan, kantong semar dan jenis-jenis anggrek. Jenis flora yang lainnya masih dalam identifikasi oleh LIPI sebagai yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Kebun Raya di Indonesia.

Disamping mengidentifikasi jenis-jenis pohon yang ada di Kebun Raya Baturaden, LIPI telah melakukan persemaian guna pengkayaan berbagai jenis tanaman baik yang berasal dari kawasan Kebun Raya, maupun jenis tanaman yang tumbuh di Gunung Slamet. Bahkan pihak LIPI telah mengembangkan pengkayaan jenis tumbuhan yang berasal dari Kebun Raya Bogor, Kalimantan dan Sumatera. Beberapa jenis bibit pengkayaan tanaman Kebun Raya Baturaden yang sudah siap tanam sebanyak 269 species yang masuk dalam 69 family

Kebun Raya Baturaden disamping kaya akan berbagai potensi flora juga terdapat jenis-jenis fauna yang hidup secara bebas. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, terdapat jenis fauna seperti babi hutan, ayam hutan, kijang, kera, wau-wau, elang jawa, musang, ular dan jenis-jenis lainnya. Jenis-jenis fauna yang berada di kawasan Kebun Raya Baturaden tersebut menambah khasanah perbendaharaan potensi Kebun Raya Baturaden yang mungkin tidak dapat ditemui di Kebun Raya lainnya yang berada di Indonesia.

Sebagaimana Kebun Raya yang ada di Indonesia pembangunannya memerlukan waktu yang sangat panjang, demikian pula Kebun Raya Baturaden. Pembangunan dan pengelolaan Kebun Raya Baturaden akan dilaksanakan melalui kolaborasi management antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Dephut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Perum Perhutani dan Pemerintah Prop. Jawa Tengah. Dengan demikian diharapkan masing-masing Instansi/Lembaga tersebut dapat memberikan kontrbusi terhadap pembangunan dan pengelolaan Kebun Raya Baturaden sesuai kewenangan, tugas dan fungsi masing-masing. Pembangunan Kebun Raya Baturaden secara fisik dimulai pada tahun 2003 berupa Pengukuhan Kawasan yang selanjutnya berlanjut melalui tahapan-tahapan yang telah ditentukan.Tahapan pembangunan yang akan dilaksanakan antara lain :

1. Pengukuhan kawasan
2. Penyusunan site plan
3. Penyusunan rencana pengelolaan
4. Pembuatan desain fisik
5. Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
6. Pembibitan dan penanaman kebun koleksi
7. Pembangunan sarana dan prasarana.

0 comments:

ad hits

list content

hot picture click here